Pencarian

 

Data Pengunjung

Hari ini:32
Total:86,400
IP Anda:3.81.89.248
Unknown browser  

Agenda

Desember 2021
MiSnSeRbKmJmSb
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 

Pimpin Sidang Pemilihan Calon Bintara PK TNI AD, Danrem 041/Gamas: Tidak Ada Tebang Pilih, Semua Sesuai Ranking dan Alokasi

06/09/2021 15:21

 

BENGKULU - Proses seleksi penerimaan calon Bintara PK TNI AD dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan alokasi yang ditetapkan, tanpa melakukan tebang pilih, tapi sesuai dengan ranking yang diperoleh peserta seleksi.

BENGKULU - Proses seleksi penerimaan calon Bintara PK TNI AD dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan alokasi yang ditetapkan, tanpa melakukan tebang pilih, tapi sesuai dengan ranking yang diperoleh peserta seleksi.

 

 

Ini ditekankan oleh Komandan Korem 041/Gamas Brigjen TNI Yanuar Adil, saat memimpin Sidang Pemilihan / Parade Calon Bintara PK TNI AD Pria Reguler TA 2021 Subpanda Bengkulu di Stadion Semarak, Kota Bengkulu, Senin (6/9/2021).
Dalam sambutannya Danrem 041/Gamas menekankan, salah satu penilaian yang menentukan adalah postur tubuh. Diterangkannya, meski nilai tes Kesegaran Jasmani (Gasjas) yang diraih bagus, tapi nilai posturnya tidak sesuai kategori, maka peserta bisa tidak lulus seleksi. 
"Contoh postur itu kaki kalian ya, betisnya menjorok ke luar, dengkulnya menjorok ke dalam, itu ada nilainya. Terus pinggang kalian, bentuk tulang belakang kalian, ada nilainya, ada aturannya, itu yang ikut menentukan kalian lulus atau tidak," ujarnya.  
"Yang menilai sudah mendapatkan pengetahuan tentang postur. Bagaimana cara menilai postur sesuai ketentuan, agar nanti tidak ada yang komplain karena tidak lulus di postur," sambungnya.
Lebih jauh Danrem menjelaskan, point lain yang perlu diperhatikan adalah terkait alokasi. Misalnya, nanti ada Kodim yang pesertanya lulus semua, meski ada yang nilainya kurang. Sementara, ada Kodim yang semuanya bagus hasil tesnya tapi yang dikirim terbatas, itu karena alokasi yang ditentukan oleh pusat. 
"Ini sebagai gambaran, bukan permainan, karena ada alokasinya. Kalian tes Garjas sama-sama. Itu nanti ada kebijakan dari pusat yang menentukan dia ikut, lulus masuk pendidikan atau tidak, yaitu di Panitia Daerah (Panda)," papar Brigjen TNI Yanuar Adil.
 
"Dalam pelaksanaan seleksi ini tidak ada tebang pilih, semua sesuai dengan ranking yang dibuat panitia dan alokasi," sambungnya.
Pada kesempatan ini, Brigjen TNI Yanuar Adil kembali memperingatkan agar para peserta tidak terbuai dengan iming-iming calo, yang menjanjikan atau mengatakan bisa meluluskan peserta dalam seleksi kali ini. 
"Jangan terbuai calo-calo yang mungkin tadi malam ada yang menghubungi kalian, terus bilang karena bayar bisa lulus. Itu tidak benar. Karena yang menentukan kalian lulus atau tidak adalah panitia, jangan percaya calo," tegas Danrem.
Untuk diketahui, total peserta Sidang Pamilihan / Parade Calon Bintara PK TNI AD Pria Reguler TA 2021 Subpanda Bengkulu kali ini diikuti oleh 311 peserta, dari jumlah yang seharusnya mengikuti sidang ini 312 orang. Seorang peserta tidak hadir. 
Adapun rinciannya, Kodim 0407/KB 12 orang, Kodim 0408/BS 128 orang (satu tidak hadir), Kodim 0409/RL 12 orang, Kodim 0423/BU 81 orang, Kodim 0425/Slm 32 orang dan Kodim 0428/MM sebanyak 47 orang.
Hadir dalam kegiatan ini, Kasrem, para Kasi, Kaajenrem, Dandenkes, Kajasrem dan Ketua Tim Pengawas dari Itdam II/Swj.

Ini ditekankan oleh Komandan Korem 041/Gamas Brigjen TNI Yanuar Adil, saat memimpin Sidang Pemilihan / Parade Calon Bintara PK TNI AD Pria Reguler TA 2021 Subpanda Bengkulu di Stadion Semarak, Kota Bengkulu, Senin (6/9/2021).


Dalam sambutannya Danrem 041/Gamas menekankan, salah satu penilaian yang menentukan adalah postur tubuh. Diterangkannya, meski nilai tes Kesegaran Jasmani (Gasjas) yang diraih bagus, tapi nilai posturnya tidak sesuai kategori, maka peserta bisa tidak lulus seleksi. 


"Contoh postur itu kaki kalian ya, betisnya menjorok ke luar, dengkulnya menjorok ke dalam, itu ada nilainya. Terus pinggang kalian, bentuk tulang belakang kalian, ada nilainya, ada aturannya, itu yang ikut menentukan kalian lulus atau tidak," ujarnya.  


"Yang menilai sudah mendapatkan pengetahuan tentang postur. Bagaimana cara menilai postur sesuai ketentuan, agar nanti tidak ada yang komplain karena tidak lulus di postur," sambungnya.
Lebih jauh Danrem menjelaskan, point lain yang perlu diperhatikan adalah terkait alokasi. Misalnya, nanti ada Kodim yang pesertanya lulus semua, meski ada yang nilainya kurang. Sementara, ada Kodim yang semuanya bagus hasil tesnya tapi yang dikirim terbatas, itu karena alokasi yang ditentukan oleh pusat. 


"Ini sebagai gambaran, bukan permainan, karena ada alokasinya. Kalian tes Garjas sama-sama. Itu nanti ada kebijakan dari pusat yang menentukan dia ikut, lulus masuk pendidikan atau tidak, yaitu di Panitia Daerah (Panda)," papar Brigjen TNI Yanuar Adil. "Dalam pelaksanaan seleksi ini tidak ada tebang pilih, semua sesuai dengan ranking yang dibuat panitia dan alokasi," sambungnya.


Pada kesempatan ini, Brigjen TNI Yanuar Adil kembali memperingatkan agar para peserta tidak terbuai dengan iming-iming calo, yang menjanjikan atau mengatakan bisa meluluskan peserta dalam seleksi kali ini. 
"Jangan terbuai calo-calo yang mungkin tadi malam ada yang menghubungi kalian, terus bilang karena bayar bisa lulus. Itu tidak benar. Karena yang menentukan kalian lulus atau tidak adalah panitia, jangan percaya calo," tegas Danrem.


Untuk diketahui, total peserta Sidang Pamilihan / Parade Calon Bintara PK TNI AD Pria Reguler TA 2021 Subpanda Bengkulu kali ini diikuti oleh 311 peserta, dari jumlah yang seharusnya mengikuti sidang ini 312 orang. Seorang peserta tidak hadir. 
Adapun rinciannya, Kodim 0407/KB 12 orang, Kodim 0408/BS 128 orang (satu tidak hadir), Kodim 0409/RL 12 orang, Kodim 0423/BU 81 orang, Kodim 0425/Slm 32 orang dan Kodim 0428/MM sebanyak 47 orang.
Hadir dalam kegiatan ini, Kasrem, para Kasi, Kaajenrem, Dandenkes, Kajasrem dan Ketua Tim Pengawas dari Itdam II/Swj.